Pertemuan PAR NU Wonosari di Wonosari, Ngaliyan, Minggu (27/9/2026) menggagas beberapa program sosial, salah satunya pendirian pesantren lansia. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Banyaknya warga di perumahan Beringin Lestari Wonosari Ngaliyan Kota Semarang yang mulai memasuki usia pensiun, memantik pendirian pesantren lansia..
Ggasan pendirian pesantren lansia itu muncul dari Pengurus Ank Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) Wonosari Ngaliyan Semarang, saat pertemuan rutin tiga bulananan, Minggu 27 September 2026.
Ketua PAR NU Wonosari, Jamal Lutfi mengatakan, banyaknya warga di lingkungan Wonosari yang memasuki masa pensiun dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang lebih terarah bagi kalangan lanjut usia.
"Kalau dulu mayoritas masih disibukkan pekerjaan, sekarang mulai banyak yang memasuki masa pensiun. Mereka punya waktu lebih banyak untuk belajar agama, mengikuti kegiatan sosial, dan memperkuat ibadah. Ini yang ingin kami fasilitasi," ujarnya, Senin 27 September 2026.
Menurut Jamal, pesantren lansia yang sedang dirancang bukan sekadar pengajian rutin. Program itu diharapkan menjadi wadah belajar agama, pendalaman amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, pembinaan spiritual, sekaligus sarana silaturahmi bagi para lansia.
Untuk memperkaya konsep, PAR NU Wonosari berencana menggelar studi banding ke Pondok Sepuh Payaman di Kompleks Masjid Agung Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Pesantren yang didirikan KH Anwari Siradj pada 1962 tersebut dikenal sebagai salah satu pelopor pesantren khusus lanjut usia di Indonesia.
"Kami ingin melihat langsung bagaimana pengelolaannya, model kegiatannya, serta bagaimana para lansia mengikuti proses pembelajaran di sana," kata Jamal.
Dari Magelang, rombongan dijadwalkan melanjutkan silaturahmi ke Yogyakarta untuk bertemu KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan tambahan pandangan mengenai pembinaan keagamaan bagi masyarakat usia lanjut.
Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan agenda penyegaran bersama sebagai bagian dari penguatan kebersamaan keluarga besar PAR NU Wonosari.
Selain membahas pesantren lansia, rapat juga menyepakati validasi penerima santunan rutin, evaluasi layanan ambulans, optimalisasi kaleng koin infak, serta sosialisasi program bantuan bergulir bagi pelaku UMKM.
Dalam evaluasi yang dipaparkan, ambulans AR NU Wonosari tercatat melayani 124 perjalanan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sebanyak 99 layanan untuk pasien dan 25 layanan untuk keperluan jenazah.
Jamal mengatakan tingginya pemanfaatan ambulans menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan sosial yang dikelola secara gotong royong masih cukup besar. Karena itu, penguatan program koin infak menjadi salah satu agenda penting untuk menjaga keberlanjutan berbagai program sosial yang telah berjalan.
"Semangatnya tetap khidmah kepada masyarakat. Kalau pesantren lansia ini bisa terwujud, mudah-mudahan menjadi ikhtiar baru untuk membersamai para sesepuh di lingkungan Wonosari," pungkasnya.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.