Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Marsha Ravi Wijaya. Foto UGM.
Yogyakarta, EDUKASIA.ID - Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Marsha Ravi Wijaya, terpilih menjadi Duta OJK PEDULI sekaligus Duta Literasi Keuangan.
Ia kini turut mendorong generasi muda agar lebih memahami cara mengelola keuangan dan mengenali berbagai risiko layanan keuangan.
Marsha menjalankan peran tersebut setelah mengikuti Training of Trainers (ToT) OJK PEDULI yang digelar di Ballroom Hotel UNY, Yogyakarta, pada 12 September 2026.
Bagi Marsha, menjadi duta bukan sekadar mendapatkan predikat. Ia melihat peran tersebut sebagai kesempatan untuk ikut menyebarkan pengetahuan mengenai literasi keuangan kepada masyarakat, terutama anak muda.
“Menjadi Duta OJK PEDULI bukan hanya sebagai sebuah predikat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Marsha, Senin, 28 September 2026.
Sebelum menyandang predikat tersebut, Marsha harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Prosesnya meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, wawancara hingga penilaian akhir.
Rangkaian seleksi tersebut turut memperluas pengetahuannya mengenai literasi dan inklusi keuangan. Di sisi lain, kemampuan komunikasi dan public speaking Marsha juga ikut terasah.
“Proses seleksi ini membuat saya banyak belajar tentang literasi dan inklusi keuangan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyampaikan informasi keuangan yang cukup kompleks dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat,” jelas Marsha.
Menurut Marsha, perkembangan layanan keuangan digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai produk keuangan. Namun, kemudahan itu juga perlu dibarengi pemahaman mengenai risiko yang mungkin muncul.
Salah satunya adalah kemampuan membedakan layanan keuangan legal dan ilegal. Karena itu, edukasi mengenai keuangan dinilai penting agar masyarakat tidak terburu-buru dalam memilih produk atau layanan.
“Perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memahami risiko serta membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal,” kata Marsha.
Pengetahuan yang diperoleh dari ToT kemudian dibawa Marsha untuk dibagikan kepada lingkungan sekitarnya. Ia menilai literasi keuangan tidak sebatas kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran pribadi.
Menurutnya, masyarakat juga perlu mampu mengenali risiko, menyaring informasi, serta mempertimbangkan keputusan sebelum menggunakan produk keuangan tertentu.
“Tidak hanya memahami pengelolaan keuangan untuk kebutuhan pribadi, seorang duta literasi keuangan juga diharapkan mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan,” ungkap Marsha.
Marsha berharap perannya sebagai Duta OJK PEDULI dan Duta Literasi Keuangan dapat terus dimanfaatkan untuk memperluas edukasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda.
Ia ingin semakin banyak anak muda memiliki kesadaran terhadap risiko keuangan dan mampu mengambil keputusan secara bijak.
“Saya berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Semoga melalui peran ini saya bisa ikut mengajak lebih banyak orang untuk semakin sadar dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” tutupnya.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.