Muhammad Al Hindawi, Santri Makassar yang Temukan Celah Keamanan NASA

Arifah
0


Muhammad Al Hindawi siswa kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar. Foto Kemenag.

Makassar, EDUKASIA.ID - Muhammad Al Hindawi masih duduk di kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar. Namun, di luar aktivitasnya sebagai santri, dia tengah serius menekuni dunia keamanan siber.

Dalam hitungan bulan, Al Hindawi berhasil menemukan tiga celah keamanan kritis pada sistem milik dua institusi. Dua di antaranya berada pada sistem NASA, sementara satu lainnya ditemukan pada sistem University of Melbourne.

Temuan tersebut bukan sekadar hasil pengujian biasa. Al Hindawi melaporkannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang tersedia di platform Bugcrowd.

Laporan tersebut kemudian mendapat validasi dari tim keamanan masing-masing institusi. Atas temuannya pada sistem NASA, Al Hindawi bahkan memperoleh Letter of Recognition (LOR).

Sementara itu, University of Melbourne memberikan konfirmasi validasi melalui tim Cyber Operations.

Celah yang ditemukan Al Hindawi merupakan kerentanan jenis SQL Injection. Kerentanan ini termasuk dalam kategori critical vulnerability.

Belajar dari YouTube hingga Bugcrowd

Menariknya, kemampuan tersebut dipelajari Al Hindawi secara otodidak. Dia mengaku baru sekitar empat hingga lima bulan terakhir mendalami cybersecurity.

Berbagai sumber digunakan untuk mengasah kemampuannya, mulai dari tutorial di YouTube hingga laporan riset keamanan siber yang dibuat peneliti lain di platform Bugcrowd.

Salah satu proses yang dilakukan adalah reconnaissance atau pemetaan awal terhadap sistem.

“Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection,” ujar Al Hindawi, Selasa, 15 September 2026.

Setelah melakukan pemetaan, dia mencari indikasi kerentanan pada sistem yang menjadi target pengujian.

Jika menemukan celah, laporan kemudian disampaikan melalui jalur resmi yang disediakan institusi terkait. Dengan mekanisme tersebut, temuan dapat diperiksa dan divalidasi oleh tim keamanan.

Pernah Uji Sistem Pesantrennya Sendiri
NASA dan University of Melbourne bukan satu-satunya sistem yang pernah diperiksa Al Hindawi.

Sebelumnya, dia juga menemukan kerentanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Al Hindawi dalam mempelajari cybersecurity. Meski baru beberapa bulan menekuninya, dia terus mengembangkan kemampuan tersebut secara mandiri.

Kini, santri kelas 12 itu tercatat telah menemukan tiga celah keamanan kritis pada sistem NASA dan University of Melbourne, sekaligus memperoleh pengakuan dari institusi yang menerima laporannya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top