Ambulans PAR NU Wonosari Ngaliyan Semarang sedang melayani warga. Foto ist.
Semarang, EDUKASIA.ID - Dinamika yang menyertai hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tidak mengubah arah khidmah Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Pengurus memilih tetap fokus melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan sosial.
Ketua PAR NU Wonosari, Jamal Luthfi, menegaskan bahwa siapapun yang terpilih dalam kepemimpinan PBNU merupakan keputusan organisasi yang harus dihormati bersama.
Sementara itu, tugas pengurus di tingkat bawah tetap sama, yakni melayani umat.
“Siapapun yang jadi dalam kontestasi Muktamar NU ini, kami tetap berkhidmah pada akar rumput. Para nahdliyin dan kaum duafa di lingkungan kami sangat membutuhkan peran kami selama ini,” ujar Jamal, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada layanan keagamaan semata. Warga juga membutuhkan pendampingan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Mereka membutuhkan layanan tentang bimbingan keagamaan maupun sosial seperti kesehatan dan lain sebagainya, termasuk bantuan biaya pendidikan,” katanya.
Karena itu, PAR NU Wonosari selama ini berupaya menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Menurutnya pendidikan jadi investasi jangka panjang yang perlu menjadi perhatian bersama. Organisasi masyarakat, termasuk NU, perlu ikut hadir memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena hambatan ekonomi.
Selain pendidikan, pihaknya juga menjalankan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi warga secara gotong royong.
“Kami selama ini sudah melakukan yang kami bisa untuk merespons kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui ambulance gratis, bantuan pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut tidak didasarkan pada kepentingan politik ataupun dukung-mendukung dalam kontestasi organisasi.
“Kami tidak berhitung soal siapa mendukung siapa. Yang penting adalah bagaimana kami bisa bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Sekretaris PAR NU Wonosari, HM Miftahul Arief, mengatakan tugas utama pengurus adalah memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui program-program yang dirasakan manfaatnya secara langsung.
Menurutnya, salah satu layanan yang terus dijalankan adalah ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan.
“Tugas kami adalah berkhidmah. Salah satu bentuk komunikasi langsung kami kepada masyarakat adalah melalui layanan ambulans gratis yang selama ini terus berjalan,” ujarnya.
Selain memberikan pelayanan langsung, pengurus juga berupaya mendokumentasikan berbagai kegiatan sebagai sarana informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Di samping memberikan layanan, kami tetap mendokumentasikan berbagai kegiatan melalui media. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui program-program yang berjalan sekaligus mendorong partisipasi warga dalam kegiatan sosial,” kata Miftahul.
Ia berharap semangat gotong royong dan pelayanan masyarakat tetap menjadi identitas utama NU di tingkat akar rumput.
“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pendampingan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, maka di situlah NU harus hadir,” pungkasnya.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.