Siswa MIMA Antusias Belajar Bahasa Inggris Bersama Penutur Asli dari Belanda

Moh. Miftahul Arief
0

Penutur asli bahasa Inggris dari Belanda, Camille Zamble di MI Miftahul Akhlaqiyah Tambakaji Ngaliyan Kota Semarang. Foto ist.

Semarang, EDUKASIA.ID - Siswa MI Miftahul Akhlaqiyah (MIMA) Tambakaji Ngaliyan Kota Semarang antusias mengikuti English Day dengan menghadirkan penutur asli bahasa Inggris dari Belanda, Camille Zamble, Sabtu 26 September 2026.

Kedatangan Camille disambut siswa dengan penampilan tari dan drumband. Setelah penyambutan, ia berinteraksi langsung dengan para siswa di sejumlah kelas.

Para siswa mendapat kesempatan menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan secara langsung. Mereka belajar melalui tanya jawab dengan Camille dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Camille mengapresiasi sambutan yang diberikan MI Miftahul Akhlaqiyah. Ia menilai sambutan tersebut menunjukkan upaya madrasah membangun antusiasme siswa terhadap bahasa Inggris.

“Saya sangat mengapresiasi upaya sekolah memberikan sambutan yang begitu hangat. Bagi saya pribadi, ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah berupaya membangun antusiasme terhadap bahasa Inggris,” ujar Camille.

Menurut Camille, guru dan siswa menunjukkan ketertarikan, keterbukaan, dan keterlibatan selama kegiatan berlangsung.

“Guru dan siswa sama-sama menunjukkan ketertarikan, terbuka, dan terlibat dalam kegiatan. Menurut saya, sekolah ini tertata dengan baik dan menjadi tempat yang bagus untuk memulai perjalanan belajar bahasa Inggris,” katanya.

Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif'an Ulil Huda, mengatakan pihak madrasah menyambut gembira kegiatan kolaborasi dengan Akhil Education Centre (AEC) Semarang tersebut.

“Kami menyambut dengan gembira. Alhamdulillah anak-anak antusias. Kerja sama kesekian kalinya mendatangkan native speaker,” kata Rif'an.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi siswa untuk semakin bersemangat mempelajari bahasa Inggris. Interaksi dengan penutur asli juga diharapkan membuat siswa lebih berani mempraktikkan bahasa Inggris.

“Harapannya anak-anak bisa termotivasi dan selalu bersemangat dalam belajar bahasa Inggris, termasuk belajar menghargai sesama tanpa mengenal suku, agama, ras dan adat istiadat serta negara,” ujarnya.

Rif'an juga menyampaikan terima kasih kepada AEC yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Sementara itu, CEO AEC Semarang Eko Wahyudi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan semangat siswa belajar bahasa Inggris, tetapi juga keberanian untuk mempraktikkannya secara langsung.

“Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa memberikan semangat kepada anak-anak agar lebih giat dalam belajar bahasa Inggris, mendorong keberanian mereka untuk praktik langsung berbahasa Inggris dengan native speaker dalam atmosfer yang menyenangkan,” kata Eko.

Ia berharap AEC ke depan dapat terus memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui program yang lebih baik bagi madrasah dan siswa.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top