
Karhutla. Foto BNPB.
EDUKASIA.ID - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Paparan asap bisa menyebabkan mata perih, batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Risikonya lebih besar bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit asma, jantung, atau paru-paru.
Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah perlindungan saat kabut asap mulai menyelimuti lingkungan.
Berikut 10 tips melindungi diri dari kabut asap karhutla.
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Saat kabut asap semakin tebal, batasi kegiatan di luar rumah, terutama olahraga dan aktivitas fisik berat. Jika terpaksa keluar, usahakan tidak terlalu lama berada di luar ruangan.
2. Gunakan masker yang tepat
Gunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah untuk membantu menyaring partikel halus dari asap. Masker kain dan masker bedah tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel tersebut.
3. Jaga udara di dalam rumah tetap bersih
Tutup pintu dan jendela saat asap berada di luar. Jika tersedia, gunakan pendingin ruangan dengan mode sirkulasi ulang atau alat penyaring udara berfilter HEPA. Hindari merokok dan membakar sampah di dalam maupun sekitar rumah.
4. Cukupi kebutuhan cairan dan makanan bergizi
Minum air putih secara teratur dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga kondisi tubuh. Namun, makanan dan minuman tidak dapat menggantikan perlindungan dari paparan asap.
5. Lindungi kelompok rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru perlu mendapat perhatian lebih. Batasi paparan asap dan pastikan mereka berada di lingkungan dengan udara yang lebih bersih.
6. Kenali gejala gangguan kesehatan
Waspadai gejala seperti batuk terus-menerus, mata perih, napas berbunyi, dan sesak napas. Jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, atau gejala berat lainnya, segera cari pertolongan medis.
7. Cegah kebakaran agar asap tidak semakin parah
Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Jika menemukan kebakaran hutan atau lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya.
8. Jaga kesehatan mental
Kabut asap yang berlangsung lama dapat menimbulkan rasa khawatir dan stres. Tetap jaga komunikasi dengan keluarga, lakukan kegiatan ringan di dalam rumah, dan batasi paparan berita yang membuat cemas.
9. Pantau informasi kualitas udara
Ikuti informasi kualitas udara, cuaca, dan perkembangan karhutla dari sumber resmi. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat menentukan kapan harus membatasi aktivitas luar ruangan atau mencari tempat yang lebih aman.
10. Berdoa dan tetap waspada
Selain melakukan upaya perlindungan, masyarakat dapat memanjatkan doa agar terhindar dari bahaya dan bencana. Tetap ikuti arahan petugas serta jangan mengabaikan langkah keselamatan yang diperlukan.
Nah, itulah 10 tips melindungi diri dari kabut asap karhutla.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.