Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dari Serambi TPQ: Merawat Toleransi di Tengah Keberagaman

Redaksi
0
Aktifias pembelajaran di TPQ. Foto ist.

Oleh: Sugeng Waluyo/ Mahasiswa PJJ Program Studi Pendidikan Agama Islam, UIN Syekh Nurjati Cirebon

EDUKASIA.ID - Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan atau dituliskan dalam buku pelajaran. Nilai-nilainya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tempat untuk menumbuhkan nilai tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yang tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

TPQ Al Ishlahul Amin berada di tengah kawasan perumahan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan suku bangsa yang beragam. Dalam lingkungan seperti ini, kegiatan pendidikan agama tetap dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan warga yang berbeda keyakinan dan budaya. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun hubungan sosial yang baik.

Menanamkan Sopan Santun dan Toleransi


Keberadaan TPQ di tengah lingkungan perumahan menghadirkan tanggung jawab sosial tersendiri. Santri tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dan memahami ajaran agama, tetapi juga perlu dibimbing agar memiliki sopan santun, menghormati tetangga, menjaga ketertiban, dan peduli terhadap lingkungan.

Pendidikan karakter menjadi penting karena perilaku santri turut memengaruhi hubungan TPQ dengan masyarakat sekitar. Anak-anak perlu memahami bahwa belajar agama harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. Mengucapkan salam, berbicara dengan santun, tidak mengganggu kenyamanan warga, dan menjaga kebersihan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membangun hubungan harmonis.

Lebih dari itu, lingkungan yang heterogen memberikan kesempatan untuk mengenalkan toleransi secara nyata. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghormati perbedaan dan tetap menjaga hubungan kemanusiaan dengan baik.

Kepedulian yang Melampaui Perbedaan


Nilai toleransi terlihat dalam kehidupan sehari-hari ketika hubungan antarwarga tidak dibatasi oleh perbedaan agama atau suku bangsa. Sebagai contoh, ketika ada tetangga non-Muslim yang sakit, warga Muslim tetap dapat menjenguk dan mendoakan kesembuhannya sesuai keyakinan masing-masing. Perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama manusia.

Demikian pula, ketika TPQ menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati hari besar Islam (PHBI), tetangga yang berbeda agama tidak sungkan memberikan bantuan. Sikap saling membantu ini menunjukkan bahwa hubungan baik dapat dibangun melalui rasa persaudaraan sebagai sesama warga, tanpa harus memiliki keyakinan yang sama.

Pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat. Kerukunan perlu dipraktikkan melalui tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Menjenguk tetangga yang sakit, membantu kegiatan lingkungan, dan menjaga komunikasi merupakan bentuk sederhana dari kepedulian sosial.

Menghidupkan Nilai-Nilai Pancasila


Kehidupan masyarakat di sekitar TPQ Al Ishlahul Amin mencerminkan keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik kehidupan sehari-hari.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengingatkan pentingnya menjalankan ajaran agama sekaligus menghormati hak orang lain untuk menjalankan keyakinannya. Kehidupan beragama yang baik dapat berjalan seiring dengan sikap saling menghargai.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin ketika warga menjenguk tetangga yang sakit tanpa menjadikan perbedaan agama sebagai penghalang. Kepedulian tersebut menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar hubungan sosial.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, tampak dalam kemampuan masyarakat menjaga kerukunan di tengah perbedaan suku bangsa dan agama. Persatuan bukan berarti semua orang harus sama, melainkan kesediaan hidup bersama dengan saling menghormati.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dapat diwujudkan melalui komunikasi dan musyawarah ketika warga menghadapi persoalan lingkungan atau menyelenggarakan kegiatan bersama.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diterapkan dengan memberikan kesempatan yang setara kepada warga untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial serta menghargai hak dan kepentingan bersama.

TPQ sebagai Bagian dari Masyarakat


Keberhasilan pendidikan TPQ tidak hanya dilihat dari kemampuan santri membaca Al-Qur’an, tetapi juga dari pembentukan akhlak dan perilaku sosialnya. Keluarga, pengelola TPQ, dan masyarakat perlu bekerja sama agar anak terbiasa bersikap santun, menghormati perbedaan, dan membantu sesama.

Lingkungan yang beragam justru dapat menjadi ruang belajar yang berharga bagi anak. Mereka dapat menyaksikan secara langsung bahwa seseorang tetap dapat menjalin persahabatan, bekerja sama, dan saling menolong meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.

Pada akhirnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus dihidupkan melalui tindakan nyata. Kehidupan di sekitar TPQ Al Ishlahul Amin memberikan gambaran bahwa pendidikan agama, toleransi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.

Perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan menguatkan kepedulian. Dari lingkungan TPQ, nilai-nilai Pancasila dapat tumbuh melalui sopan santun, sikap saling menghormati, dan gotong royong, sehingga tercipta masyarakat yang rukun dalam keberagaman.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top