
Ilustrasi. Foto Magnific.
EDUKASIA.ID - Pernah merasa sudah menguasai materi, tetapi beberapa hari kemudian detailnya tiba-tiba hilang dari ingatan? Kondisi tersebut berkaitan dengan konsep The Forgetting Curve atau kurva lupa.
Kurva lupa menggambarkan pola alami otak dalam mempertahankan informasi. Semakin lama informasi tidak digunakan atau diingat kembali, semakin besar kemungkinan informasi tersebut terlupakan.
Namun, bukan berarti materi yang sudah dipelajari pasti hilang begitu saja. Ada sejumlah strategi yang bisa digunakan untuk membantu memperkuat daya ingat.
Mengutip laman Aioprovat, erikut beberapa cara yang dapat diterapkan:
1. Terapkan spaced repetition
Belajar dengan sistem kebut semalam atau cramming memang bisa membantu menghadapi ujian dalam waktu dekat. Namun, informasi cenderung lebih cepat terlupakan setelah ujian selesai.
Alternatifnya adalah spaced repetition, yakni mengulang materi dengan jarak waktu tertentu.
Pola sederhananya bisa dilakukan dengan cara:
- Mengulang materi 24 jam setelah pertama kali dipelajari.
- Mengulang kembali tiga hari kemudian.
- Mengulang seminggu setelahnya.
- Mengulang lagi sekitar satu bulan kemudian.
Setiap kali mencoba mengingat kembali materi, informasi akan kembali diperkuat. Metode ini dapat dilakukan menggunakan catatan, flashcard, maupun aplikasi seperti Anki dan Quizlet.
2. Jangan berhenti setelah merasa paham
Merasa sudah bisa memahami materi bukan berarti informasi tersebut sudah tersimpan kuat dalam memori jangka panjang.
Konsep overlearning dapat digunakan dengan terus berlatih meskipun materi sudah dikuasai.
Misalnya, setelah berhasil mengerjakan satu soal matematika, lanjutkan dengan beberapa variasi soal. Begitu juga ketika menghafal kosakata bahasa asing, lakukan pengulangan meski kata tersebut sudah berhasil diingat.
Dengan latihan tambahan, informasi diharapkan lebih melekat dan tidak mudah hilang.
3. Buat materi lebih bermakna
Otak cenderung lebih mudah menyimpan informasi yang memiliki kaitan dengan sesuatu yang dianggap penting atau dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, materi pelajaran bisa dikaitkan dengan pengalaman nyata. Pelajaran fisika, misalnya, dapat dihubungkan dengan pergerakan kendaraan atau fenomena dalam olahraga.
Materi yang membutuhkan hafalan juga bisa dibuat menjadi cerita atau alur tertentu. Singkatan dan akronim dapat digunakan untuk membantu mengingat informasi yang lebih rumit.
4. Coba active recall
Membaca buku atau menandai catatan berulang kali belum tentu membuat seseorang benar-benar mampu mengingat materi.
Active recall mengajak otak mengambil kembali informasi tanpa melihat sumbernya.
Caranya bisa dengan menutup buku kemudian menjawab pertanyaan dari ingatan. Flashcard juga bisa digunakan, dengan pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lainnya.
Cara lain adalah menjelaskan kembali materi kepada orang lain seolah-olah sedang mengajar.
Metode ini memang terasa lebih sulit dibandingkan sekadar membaca ulang. Namun, proses mengingat kembali tersebut justru membuat memori lebih aktif dilatih.
5. Jangan abaikan tidur
Kemampuan mengingat juga dipengaruhi kondisi tubuh dan otak. Tidur memiliki peran dalam proses konsolidasi memori, yakni ketika informasi diproses dan disimpan lebih kuat dalam ingatan jangka panjang.
Karena itu, belajar semalaman hingga mengorbankan waktu tidur bukan selalu pilihan terbaik.
Belajar secara teratur kemudian mendapatkan tidur yang cukup dapat membantu proses penyimpanan informasi.
6. Jangan terpaku pada satu metode
Belajar dengan cara yang sama terus-menerus bisa membuat seseorang cepat bosan dan kehilangan fokus.
Metode belajar dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan. Misalnya, membaca materi kemudian mendiskusikannya dengan teman.
Cara lainnya adalah menonton video pembelajaran lalu mengerjakan soal terkait materi tersebut. Untuk materi yang panjang, membuat mind map juga dapat menjadi pilihan.
Dengan melibatkan beberapa aktivitas, proses belajar menjadi lebih aktif dan tidak monoton.
Pada akhirnya, The Forgetting Curve merupakan bagian dari proses alami manusia dalam mengingat dan melupakan informasi. Namun, laju lupa dapat diantisipasi dengan strategi belajar yang tepat.
Spaced repetition, overlearning, active recall, membuat materi lebih bermakna, menjaga waktu tidur, hingga menggunakan variasi metode belajar dapat diterapkan untuk membantu mempertahankan informasi lebih lama.
Menerapkan berbagai strategi tersebut secara konsisten memang tidak selalu mudah. Dibutuhkan arahan dan kedisiplinan agar pola belajar dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Bagi siswa yang membutuhkan pendampingan, AIO Privat Semarang menyediakan pembelajaran privat dengan tutor berpengalaman dan jadwal yang fleksibel. Pendampingan tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga membantu siswa membangun pola belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Informasi konsultasi gratis dan pendaftaran les privat dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0816853042.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.