Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Kampus Malaysia

Arifah
0


Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang. Foto Pemrov Jateng.

Semarang, EDUKASIA.ID - Peluang kuliah di Malaysia bagi siswa Jawa Tengah hingga kesempatan melanjutkan pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu agenda yang dijajaki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kerja sama ini juga menyasar pengembangan keterampilan siswa SMA dan SMK melalui pendidikan vokasi.

Peluang tersebut dibahas dalam Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis, 8 Oktober 2026.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan perguruan tinggi di Malaysia membuka kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan itu juga berlaku bagi ASN yang ingin menempuh pendidikan S2 maupun S3.

“Ini memberikan gambaran kepada kita, bagaimana perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Malaysia, terbuka untuk siswa-siswa dari Indonesia atau bahkan bagi ASN yang ingin melanjutkan S2, S3 di sana sangat terbuka,” ujar Sunarto.

Menurut Sunarto, kerja sama pendidikan vokasi menjadi salah satu peluang yang menarik untuk dikembangkan. Siswa SMA dan SMK di Jawa Tengah diharapkan bisa memperdalam keterampilan melalui politeknik di Malaysia.

“Kita tertarik untuk anak-anak yang vokasional ini bisa mengembangkan keterampilan keterampilan vokasinya, berada di politeknik-politeknik yang ada di Malaysia,” imbuhnya.

Pemprov Jateng juga membuka peluang kerja sama beasiswa sesuai arah kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program beasiswa yang dimiliki pemerintah provinsi setiap tahun dapat diarahkan pada program studi yang sesuai kebutuhan.

Penjajakan kerja sama itu melibatkan hampir 300 aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jateng. Peserta terdiri dari kepala sekolah SMA dan SMK, perangkat daerah, unsur bidang kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, serta Badan Kepegawaian Daerah.

Sementara itu, sekitar 10 institusi pendidikan tinggi Malaysia turut hadir secara langsung untuk memperkenalkan program dan menjajaki peluang kolaborasi.

Sunarto menambahkan, ASN yang ingin melanjutkan studi ke Malaysia harus memenuhi prosedur dan perizinan kepegawaian. Kualifikasi pendidikan yang diperoleh dapat digunakan untuk pengembangan karier sesuai ketentuan.

“Kalau nanti ada ASN yang ingin melanjutkan perguruan tinggi Malaysia, secara prosedural perizinan juga harus ditempuh, sehingga kualifikasi pendidikan sampai tingkat doktoral nanti, bisa digunakan sebagai karier kepegawaian bagi ASN di Jawa Tengah,” terangnya.

Menteri Kedutaan (Pendidikan) merangkap Pengarah Pendidikan Malaysia Indonesia, Hasnul Faizal Hushin Amri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Malaysia memperluas kerja sama pendidikan dengan Jawa Tengah.

Menurut Hasnul, peluang yang ditawarkan tidak sebatas penerimaan mahasiswa untuk program S1, S2, dan S3. Malaysia juga ingin berbagi keahlian dan kepakaran untuk mendukung pengembangan masyarakat di Jawa Tengah.

Kerja sama yang dijajaki diharapkan mencakup pendidikan, pelatihan, mobilitas mahasiswa, program KKN internasional, hingga edutourism atau wisata edukasi. Dalam kegiatan tersebut, delapan perguruan tinggi Malaysia, baik negeri maupun swasta, hadir bersama sejumlah agen pendidikan.

“Bukan hanya produk-produk pendidikan, tapi juga bagaimana kepakaran ini juga dapat dimanfaatkan secara bersama di masyarakat di Jawa Tengah itu sendiri,” ungkapnya.

Hasnul menjelaskan Semarang dipilih sebagai lokasi awal karena Jawa Tengah dinilai memiliki potensi ekonomi dan kemampuan untuk mendukung pengembangan kerja sama.

Dia menyebut sekitar 11.450 pelajar Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Malaysia. Menurutnya, pengakuan akreditasi, biaya yang terjangkau, serta jarak geografis menjadi sejumlah pertimbangan mahasiswa Indonesia memilih negara tersebut.

“Seejumlah faktor yang menjadi alasan mahasiswa Indonesia memilih Malaysia, antara lain pengakuan akreditasi, keterjangkauan, serta kedekatan geografis.Dari Semarang, misalnya, perjalanan udara menuju Malaysia dapat ditempuh sekitar dua jam,” tuturnya.

Dalam hal pengakuan pendidikan, Hasnul menjelaskan adanya keterkaitan antara akreditasi yang diakui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Indonesia dan pengakuan melalui Badan Kualifikasi Malaysia (MQA), khususnya dalam konteks penyetaraan kualifikasi pendidikan.

Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Education Malaysia Indonesia di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta akan menjadi penghubung Pemprov Jateng dengan perguruan tinggi di Malaysia.

“Kita membuka akses. Kita bawa langsung ke mari untuk memberikan informasi-informasi penting dan membawa potensinya. Lebih ke networking, kerja sama, dan juga persahabatan antara Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” pungkas Hasnul.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top