Kemenag Buka Call for Papers Mu'tamad 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya

Arifah
0




Call for Papers untuk konferensi internasional Mu’tamad 2026. Kemenag.

Jakarta, EDUKASIA.ID - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran Call for Papers untuk konferensi internasional Mu’tamad 2026. Pengiriman abstrak dibuka pada 7-14 Oktober 2026 dengan delapan subtema yang bisa dipilih peserta.

Konferensi internasional bertajuk Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) ini mengusung tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Kajian Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia”.

Kegiatan tersebut akan digelar di Pesantren Lirboyo pada 29-30 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Kemenag mengundang akademisi, peneliti, pimpinan pesantren, dosen Ma’had Aly, mahasantri, mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, hingga perwakilan lembaga pendidikan untuk mengirimkan karya ilmiah sesuai tema konferensi.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan, forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan pemikiran global.

“Pesantren memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Melalui forum ini, kita ingin mempertemukan kekayaan tradisi tersebut dengan perkembangan pemikiran dan tantangan global,” kata Basnang di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Basnang, keterlibatan pesantren dalam forum akademik internasional merupakan bagian dari transformasi pendidikan pesantren. Upaya tersebut dilakukan agar pesantren tetap mempertahankan tradisi sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

“Karena itu, tema-tema seperti internasionalisasi, digitalisasi, kurikulum, standar mutu, kemanusiaan, dan peradaban perlu dibicarakan dari perspektif pesantren,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga menghasilkan kerja sama yang berdampak bagi pengembangan pendidikan Islam.

“Melalui Call for Papers ini, kami berharap para akademisi, peneliti, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan pendidikan Islam. Yang kita bangun bukan hanya forum pertemuan, tetapi jejaring pengetahuan dan kerja sama yang dapat memberi dampak bagi masa depan pesantren,” sambungnya.

Delapan Subtema yang Bisa Dipilih

Panitia menyediakan delapan subtema untuk peserta yang ingin mengirimkan abstrak dalam konferensi internasional Mu’tamad 2026.

Berikut daftar subtemanya:
1. Islam Wasathiyah dan Pendidikan Islam Moderat.
2. Pesantren Transformatif: Kurikulum, Pedagogi, dan Standar Mutu.
3. Internasionalisasi Pesantren dan Jaringan Keilmuan Global.
4. Menjaga Warisan dan Identitas Islam Indonesia dalam Diplomasi Budaya Global.
5. Kajian Islam, Kajian Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia.
6. Harmonisasi Kurikulum dan Akreditasi dalam Pendidikan Islam.
7. Transformasi Digital, Inovasi, dan Pesantren.
8. Topik lain yang relevan dengan tema konferensi.

Abstrak yang dikirimkan harus terdiri dari 250-300 kata dan ditulis dalam bahasa Arab, Inggris, atau Indonesia.

Dokumen tersebut wajib mencantumkan judul, nama penulis, afiliasi, alamat email, kata kunci, serta subtema yang dipilih. Berkas disiapkan dalam format Microsoft Word.

Peserta dapat mengirimkan abstrak melalui laman resmi Mu’tamad 2026 di https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/.

Ma’had Aly Perkuat Peran di Forum Internasional

Direktur Ma’had Aly, Adib, mengatakan konferensi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi keilmuan pesantren kepada komunitas akademik internasional.

Menurutnya, Ma’had Aly memiliki kekhasan dalam pengembangan kajian Islam berbasis turats atau khazanah keilmuan klasik serta metodologi keilmuan pesantren.

“Ma’had Aly memiliki tradisi keilmuan yang khas, terutama dalam pengembangan kajian keislaman berbasis turats dan metodologi keilmuan pesantren. Forum internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan intelektual tersebut kepada komunitas akademik yang lebih luas sekaligus membuka ruang dialog dengan perkembangan keilmuan global,” ujar Adib.

Adib menilai karya ilmiah yang dihasilkan melalui forum ini perlu menunjukkan kontribusi nyata pesantren dalam menjawab persoalan kontemporer.

“Pesantren bukan hanya objek kajian, tetapi juga memiliki tradisi keilmuan dan pengalaman yang dapat memberikan kontribusi terhadap diskursus Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia. Karena itu, kami berharap para penulis dapat menghadirkan gagasan yang memiliki kedalaman akademik sekaligus relevan dengan persoalan nyata,” katanya

Ia juga berharap konferensi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara tradisi keilmuan Indonesia dan perspektif akademik dari berbagai negara.

“Kami ingin forum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi keilmuan. Dari Indonesia, kita membawa pengalaman pesantren yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dari komunitas global, kita belajar berbagai pendekatan dan perspektif baru. Pertemuan keduanya diharapkan menghasilkan gagasan yang lebih luas dan konstruktif,” sambungnya.

Jadwal Seleksi Call for Papers Mu’tamad 2026

Peserta perlu memperhatikan jadwal pengiriman abstrak hingga pelaksanaan konferensi. Berikut tahapan lengkapnya:

- 7-14 Oktober 2026: Pengiriman abstrak.
- 18 Oktober 2026: Pengumuman abstrak yang diterima.
- 18-23 Oktober 2026: Pengiriman naskah lengkap atau full paper.
- 26 Oktober 2026: Penetapan panelis.
- 29-30 Oktober 2026: Presentasi paper terpilih.

Konferensi akan menghadirkan sesi pleno atau keynote, panel paralel, serta International Matchmaking untuk membuka peluang kolaborasi antarlembaga.

Bahasa utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Fasilitas interpretasi juga tersedia sesuai kebutuhan.

Selain berkesempatan mempresentasikan karya di Pesantren Lirboyo, penulis paper terpilih dapat dipertimbangkan untuk publikasi dalam prosiding konferensi atau jurnal mitra. Informasi mengenai mekanisme publikasi akan disampaikan lebih lanjut.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top