Perkuat Forum Akademik Internasional, Pascasarjana UIN Walisongo Siapkan AICMAI Kelima

Redaksi
0
Pascasarjana UIN Walisongo menggelar seminar internasional kedua pada 2026 dengan 350 peserta dan menyiapkan AICMAI kelima pada 2027. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Pascasarjana UIN Walisongo Semarang kembali menggelar seminar internasional sebagai bagian dari upaya memperluas ruang diskusi akademik dan mempertemukan perspektif keilmuan dari berbagai wilayah. Seminar yang berlangsung di Ruang Teater Gedung Rektorat UIN Walisongo, Kamis 5 November 2026, tersebut diikuti sekitar 350 peserta secara luring dan daring.

Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Prof. Muhyar Fanani, M.Ag., mengatakan kegiatan tersebut merupakan seminar internasional kedua yang diselenggarakan Pascasarjana sepanjang 2026.

"Seminar internasional ini merupakan seminar internasional kedua yang diselenggarakan Pascasarjana pada tahun ini," ujar Muhyar dalam sambutannya.

Menurutnya, forum akademik internasional perlu terus dikembangkan untuk memberikan wawasan lebih luas kepada mahasiswa dan peserta mengenai berbagai persoalan keislaman kontemporer.

Dalam seminar kali ini, peserta tidak hanya berasal dari Semarang. Sejumlah peserta mengikuti kegiatan secara daring dari Pattani, Thailand, Lombok, dan Madura.

Muhyar berharap peserta yang mengikuti secara daring juga memiliki kesempatan untuk hadir langsung dalam forum akademik berikutnya. Menurutnya, pertemuan tatap muka dan daring memiliki suasana serta pengalaman yang berbeda.

Siapkan AICMAI Kelima pada 2027


Komitmen Pascasarjana UIN Walisongo dalam mengembangkan forum akademik internasional juga dilanjutkan melalui agenda konferensi tahun depan.

Muhyar menyampaikan, Pascasarjana tengah menyiapkan Annual International Conference on Multidisciplinary Approach to Islam (AICMAI) yang pada 2027 memasuki penyelenggaraan kelima.

"Kami sudah menyelenggarakan empat AICMAI, dan tahun depan akan menjadi penyelenggaraan yang kelima," katanya.

Konferensi tersebut direncanakan berlangsung dengan skala lebih besar dibandingkan seminar internasional yang digelar tahun ini.

Melalui berbagai forum tersebut, Pascasarjana ingin membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam diskusi akademik yang menghadirkan beragam perspektif. Muhyar berharap mahasiswa dan peserta memperoleh wawasan lebih luas untuk memahami hubungan antara ajaran Islam dan realitas kehidupan politik.

Angkat Dinamika Politik Islam Timur Tengah


Seminar internasional kali ini mengangkat tema Political Islam in a Changing Era: Understanding Contemporary Islamic Politics in the Middle East.

Muhyar menjelaskan, tema tersebut dipilih karena pembahasan Islam tidak dapat dilepaskan dari Timur Tengah sebagai kawasan tempat Islam muncul. Namun, ia melihat adanya paradoks antara ajaran Islam dan realitas politik di kawasan tersebut.

"Islam mengajarkan kita tentang kehidupan yang damai. Namun, politik Islam yang kuat di Timur Tengah justru mempertahankan ketidakstabilan dan konflik. Ini merupakan sebuah paradoks," ungkapnya.

Menurut Muhyar, forum tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peserta memahami kesenjangan antara nilai-nilai ideal dalam ajaran Islam dan praktik politik dalam kehidupan nyata.

Dalam kesempatan itu, Muhyar juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan. Ia berharap kerja keras dan koordinasi seluruh panitia mendapat balasan kebaikan.

Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan ungkapan Jawa, Lemah-lemah teles, Gusti Allah sing mbales, sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top