Cara Santri Madin Al Falah Rejosari Kudus Rayakan Kelulusan

Kudus. EDUKASIA.ID - "Wahidun satu, isnaini dua, tsalatsatun tiga, arba'atun empat, ....!" sekitar dua puluh santri kelas Persiapan Madin Al Falah menyanyikan angka-angka dalam bahasa Arab disertai terjemah bahasa Indoensia. Selain itu, dengan riang gembira mereka juga kompak membaca niat wudhu, niat shalat lima waktu dan doa ifititah. Pentas ini merupakan salah satu acara pada Haflah Akhirussanah Madin Al Falah Rejosari Dawe Kudus, Ahad (27/03/2022).

Selain santri kelas persiapan, santri kelas lainnya juga menampilkan kemampuannya. Santri kelas satu menampilkan hafalan surat-surat pendek. 

Dengan semangat mereka menunjukkan kebolehan menghafal surat An Nas sampai surat An Nasr. “Qul A’udzu birobbinnaas. Malikinnaass….!” serempak anak-anak mulai menghafal surat An Naas. 

Sedangkan kelas dua menghafalkan dua puluh sifat wajib Allah dan menghafal mahfudzat (kata-kata mutiara penggugah semangat). Adapun kelas tiga menunjukkan kebolehannya melantunkan syair-syair kitab Aqidatul ‘Awam karya Syaikh Ahmad Al Marzuqi. Kitab Aqidatul ‘Awam merupakan kitab yang mengajarkan dasar-dasar aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. 

H Sudianto, ketua pengurus Madin Al Falah dalam sambutannya mengatakan sangat apresiatif terhadap wali murid dan masyarakat atas dukungannya terhadap Madin Al Falah. 

Dukungan ini berupa kepercayaan masyarakat memasukkan anak anak belajar di Madin Al Falah. 

" Saya berterima kasih kepada bapak ibu Wali murid yang telah memasukkan putra putranya belajar di Madin. Monggo tahun ajaran baru nanti putra putrinya didaftarkan ke Madin," kata Sudianto.

Senada dengan Sudianto, Mualim kepala Madin Al Falah mengajak kepada wali murid untuk memperhatikan pendidikan anak-anak.

Menurutnya memperhatikan pendidikan anak merupakan salah satu bentuk memuliakan anak. Sedangkan orangtua yang  mau memuliakan anak-anak  besok di akhirat anak-anaknya akan menjadi penghalang bagi mereka dari api neraka. 

“Semoga anak-anak kita besok di akhirat bisa menjadi penghalang kita, menyelamatkan kita dari api neraka,” jelas Mualim.  

Kegiatan akhirussanah ini ditutup dengan acara pembai’atan bagi santri-santri yang telah menamatkan belajar di Madin Al Falah.

Ada Sembilan santri yang pada tahun ajaran 1442/1443 H tamat dari Madin Al Falah. Acara pembai’atan dipimpin oleh Kiai Ali Achmadi, sespuh Madin Al Falah. 

Dengan suara mantap Sembilan santri yang telah tamat menirukan pembai’atan yang dibacakan oleh Kiai Ali. “Kami pelajar madrasah diniyah Al Falah sanggup memperjuangkan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah…,” demikian salah satu bunyi bai’at santri madin Al Falah.    

Kontributor: Muallim
Editor: Moh Miftahul Arief


Pixy Newspaper 11

buttons=(Accept !) days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top