Ada 3 Indikator Baru di Rapor Pendidikan 2025

Arifah
0

Kegiatan belajar dan mengajar. Foto Kemendikdasmen.

EDUKASIA.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperbarui Rapor Pendidikan dengan memuat Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025.

Pembaruan dilakukan melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Pembaruan ini memperkuat fungsi Rapor Pendidikan sebagai instrumen perencanaan berbasis bukti. Baik bagi satuan pendidikan maupun pemerintah daerah.

Rapor Pendidikan menampilkan gambaran mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Data yang disajikan meliputi capaian hasil belajar. Juga kualitas proses dan lingkungan belajar.

Selain itu terdapat berbagai indikator yang mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebut pembaruan ini sebagai momentum penting. Terutama untuk memperkuat budaya refleksi di ekosistem pendidikan.

“RaPor Pendidikan yang telah diperbarui dengan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025 memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai posisi capaian setiap satuan pendidikan dan daerah. Data ini harus dimanfaatkan sebagai fondasi dalam menyusun perencanaan dan prioritas intervensi yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Toni, ditulis Minggu 15 Maret 2026.

Menurut Toni, Rapor Pendidikan bukan alat untuk membandingkan sekolah. Instrumen ini digunakan untuk refleksi internal.

Sekolah diharapkan dapat melihat kekuatan sekaligus area yang perlu diperbaiki.

Ia juga menilai pemanfaatan data secara konsisten akan mempercepat transformasi pembelajaran. Sekaligus meningkatkan akuntabilitas kebijakan pendidikan di daerah.

Pada pembaruan tahun ini, terdapat tiga indikator baru dalam Rapor Pendidikan.

Pertama, indikator 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Indikator ini terkait penguatan karakter murid.

Kedua, indikator Ketersediaan Buku Pendidikan. Tujuannya memastikan kecukupan sumber belajar di sekolah.

Ketiga, indikator Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim. Indikator ini untuk melihat kesiapan satuan pendidikan menghadapi risiko bencana.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan penambahan indikator ini memperluas makna mutu pendidikan.

“Pendidikan bermutu tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter serta kesiapan anak menghadapi masa depan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman serta mampu menumbuhkan karakter dan kebiasaan positif,” ujar Suharti.

Di tingkat sekolah, Rapor Pendidikan juga dimanfaatkan sebagai alat refleksi. Salah satunya dirasakan oleh Kepala SDN 17 Sungai Raya, Kalimantan Barat, Sarwani.

Ia mengaku masih terus mempelajari pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam proses pembelajaran.

“Pada hakikatnya, ketika ada hal atau sesuatu yang baru, kadang kita merasa bingung. Biasanya hal baru itu diterima dengan perasaan negatif, apalagi sesuatu seperti ini. Namun, kita harus punya mindset pola pikir yang positif, tidak menghadapi hal baru dengan sikap negatif. Hal tersebut perlu dipelajari dan dipahami. Bagi saya pribadi, Rapor Pendidikan saya anggap sebagai pengembangan teknologi baru di dunia pendidikan, yang bersentuhan langsung dengan proses belajar-mengajar. Saya terus mempelajarinya meskipun memang belum maksimal. Masih banyak hal yang belum saya pahami, terutama terkait indikator,” ujarnya.

Pemanfaatan Rapor Pendidikan juga dilakukan di tingkat pemerintah daerah. Data tersebut menjadi rujukan dalam memantau pembangunan pendidikan.

Perwakilan Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyebut hasil Rapor Pendidikan digunakan dalam evaluasi kinerja daerah.

“Hasil Rapor Pendidikan digunakan sebagai salah satu indikator keberhasilan dan tolok ukur kinerja Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Kemendikdasmen pun mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan memanfaatkan Rapor Pendidikan secara aktif.

Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan, program perbaikan, serta penganggaran pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top