Menag Nasaruddin Umar melantik enam pimpinan PTKN, termasuk empat rektor UIN, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto Kemenag.
Jakarta. EDUKASIA.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik enam pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Selasa 10 Maret 2026. Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.
Para pimpinan yang dilantik terdiri dari empat rektor Universitas Islam Negeri (UIN), satu rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta satu ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar berpesan agar para pimpinan PTKN yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan di lingkungan kampus.
“Saya harap para rektor yang baru dilantik bisa menjadi contoh dan teladan di kampus, baik dalam urusan ibadah, akademik, maupun sebagai tokoh di masyarakat. Anda adalah yang terbaik di kampus masing-masing,” kata Nasaruddin Umar.
Ia menekankan bahwa keteladanan seorang pemimpin kampus tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.
Menag juga mengingatkan bahwa pelantikan ini berlangsung pada momen istimewa di bulan Ramadan. “Kita patut bersyukur pada hari bersejarah ini, tepat di hari ke-20 Ramadan. Nanti malam kita mulai i’tikaf. Yang baru dilantik bisa sujud syukur,” ujarnya.
Menurutnya, para rektor yang dilantik telah melewati proses panjang mulai dari tahap penjaringan hingga wawancara sebelum akhirnya ditetapkan.
Nasaruddin Umar juga menyoroti tantangan perguruan tinggi keagamaan ke depan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
“Tantangan kita semakin berat dengan lahirnya berbagai alat kecerdasan yang digunakan mahasiswa maupun dosen. Saudara harus hati-hati dan teliti. Jangan sampai viral karena hal-hal negatif,” tegasnya.
Selain itu, Menag meminta para pimpinan PTKN lebih proaktif membantu dosen dalam proses kenaikan pangkat. Menurutnya, hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas dan akreditasi perguruan tinggi.
“Para rektor saya harap proaktif membantu tenaga pengajarnya meraih pangkat lebih tinggi, karena ini berdampak pada akreditasi perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa PTKN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga akademik, tetapi juga memiliki misi dakwah dan syiar keagamaan di tengah masyarakat.
“Bagi saya, STAIN, IAIN, dan UIN bukan sekadar lembaga akademik seperti perguruan tinggi umum. PTKN membawa misi syiar dan dakwah,” katanya.
Karena itu, keberhasilan seorang rektor tidak hanya diukur dari jumlah lulusan atau profesor yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak kampus terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.
“Keberhasilan rektor bukan hanya mencetak sarjana dan profesor, tetapi seberapa besar dampaknya dalam mendekatkan masyarakat pada ajaran agamanya,” tegas Nasaruddin Umar.
Ia juga mendorong pimpinan PTKN untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memperkuat sinergi kelembagaan Kementerian Agama.
Adapun pimpinan PTKN yang dilantik adalah:
- Khairudin sebagai Rektor UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu.
- Wan Jamaluddin Z sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung.
- Sumper Mulia Harahap sebagai Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary.
- Musahadi sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang.
- Adnan Mahmud sebagai Rektor IAIN Ternate.
- Hendry Yoshua Nanlohy sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, para staf khusus dan staf ahli Menteri Agama, serta sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.