UIN Ar-Raniry sebagai kampus riset terbaik di Indonesia. Foto Kemenag.
Jakarta. EDUKASIA.ID - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang yang diraih Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
“Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa PTKI mampu tampil sebagai pemain utama dalam ekosistem riset global. UIN Ar-Raniry telah menjadi role model dalam pengembangan riset yang unggul dan berdampak,” ujar Suyitno di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Prestasi itu merujuk pada hasil Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, yang menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai kampus riset terbaik di Indonesia.
Dalam daftar tersebut, UIN Ar-Raniry berhasil mengungguli sejumlah perguruan tinggi negeri ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Institut Pertanian Bogor (IPB).
Scimago Institutions Rankings merupakan salah satu rujukan pemeringkatan global yang menilai performa institusi dari sisi riset, inovasi, dan dampak sosial. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi UIN Ar-Raniry sebagai kampus riset berkelas internasional.
Selain UIN Ar-Raniry, PTKI lain yang juga masuk jajaran 10 besar adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di posisi kedelapan. Kehadiran dua PTKI dalam daftar tersebut menjadi indikator bahwa kampus keagamaan Islam semakin kompetitif dalam kinerja riset.
Berikut 10 kampus riset terbaik di Indonesia versi SIR 2026:
1. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry2. Universitas Indonesia
3. Universitas Gadjah Mada
4. Institut Pertanian Bogor
5. Universitas Negeri Padang
6. Universitas Airlangga
7. Universitas Syiah Kuala
8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
9. Universitas Padjadjaran
10. Universitas Diponegoro
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Ini adalah buah dari konsistensi dalam membangun tata kelola riset yang kuat, peningkatan kualitas jurnal ilmiah, serta jejaring kolaborasi global yang terus diperluas,” jelas Sahiron.
Menurut Suyitno, Kementerian Agama akan terus memperkuat kebijakan strategis untuk mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta kolaborasi internasional di seluruh PTKI.
Ke depan, Kementerian Agama berkomitmen terus mendorong pendidikan tinggi keagamaan Islam agar semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing global.


.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.