Akan Magang ke Jepang, 17 Siswa LP Ma'arif Jateng Terima Bantuan BAZNAS RI

Redaksi
0

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghofar Rozin, menyerahkan simbolis bantuan pembiayaan BAZNAS RI kepada peserta magang Jepang LP Ma'arif Jateng. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID – Sebanyak 17 siswa LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah yang akan mengikuti program magang ke Jepang menerima bantuan pembiayaan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.

Bantuan tersebut diberikan kepada peserta dari keluarga dhuafa agar tetap memiliki kesempatan mengikuti program peningkatan kompetensi kerja di luar negeri.

Bantuan mencakup seluruh kebutuhan selama Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), mulai dari biaya pelatihan, pengurusan paspor, visa, medical check-up (MCU), hingga transportasi.

Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, mengatakan seluruh biaya Pelatda yang sebelumnya telah dibayarkan peserta dikembalikan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing.

"Pembiayaan ini meliputi biaya Pelatda Tahap I, pembuatan paspor, visa, medical check-up (MCU), hingga transportasi," kata Fakhruddin dalam keterangannya, Jumat 24 Juli 2026.

Menurutnya, dukungan BAZNAS RI menjadi solusi bagi peserta yang selama ini terkendala biaya untuk mengikuti program magang ke Jepang.

"Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para peserta bisa fokus belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri tanpa lagi terbebani biaya operasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghofar Rozin, menilai bantuan tersebut merupakan bentuk pendayagunaan zakat yang produktif karena berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, baik selama menjalani pelatihan maupun ketika bekerja di Jepang.

"Manfaatkan bantuan ini sesuai kebutuhan. Setelah sukses membangun karier di Jepang, kami berharap kalian kembali ke Tanah Air sebagai pribadi yang mandiri dan mampu berkontribusi bagi masyarakat," pesannya.

Pria dnegan sapaan Gus Rozin itu juga berharap para peserta dapat bertransformasi dari mustahiq atau penerima zakat menjadi muzaki, yakni mereka yang kelak mampu menunaikan zakat untuk membantu sesama.

Sebanyak 17 peserta menerima bantuan pembiayaan yang seluruhnya disalurkan langsung ke rekening masing-masing. Program ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top