Kebakaran hutan dan lahan. Foto Kemenhut.
EDUKASIA.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian ketika periode kering memasuki Agustus 2026.
Sejumlah wilayah di Kalimantan dilanda kebakaran yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara.
Karhutla bukan persoalan baru di Indonesia. Setiap musim kemarau, ancaman kebakaran kembali meningkat.
Karhutla bukan persoalan baru di Indonesia. Setiap musim kemarau, ancaman kebakaran kembali meningkat.
Jika tidak ditangani dengan cepat, dampaknya bisa meluas, mulai dari mengganggu aktivitas masyarakat hingga menimbulkan kerugian lingkungan dan ekonomi.
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan bersama. Masyarakat, pemerintah, aparat, perusahaan, dan pihak terkait lainnya harus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan terbakar.
Dikutip dari laman Pemko Banda Aceh, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Berikut 18 di antaranya:
1. Hindari membakar sampah sembarangan
Masyarakat sebaiknya tidak membakar sampah di lahan terbuka atau kawasan hutan, terutama ketika angin bertiup kencang. Api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
2. Jauhkan lokasi pembakaran dari bangunan dan hutan
Jika pembakaran harus dilakukan, pastikan lokasinya berada pada jarak aman dari bangunan maupun kawasan hutan. Hal ini penting untuk mengantisipasi api merambat ke area lain.
3. Jangan membuang puntung rokok sembarangan
Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api. Karena itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kering.
4. Hindari membuat api di kawasan rawan
Membuat api di area yang memiliki potensi kebakaran tinggi perlu dihindari. Kondisi angin, cuaca, dan vegetasi kering dapat membuat api cepat membesar.
5. Pastikan api benar-benar padam
Setelah melakukan pembakaran, jangan langsung meninggalkan lokasi. Pastikan api dan bara sudah benar-benar padam serta tidak ada material mudah terbakar di sekitarnya.
6. Tingkatkan kesadaran masyarakat
Kecerobohan kecil dapat memicu kebakaran besar. Karena itu, masyarakat perlu terus diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama selama musim kemarau.
7. Perkuat koordinasi antarpihak
Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, aparat, masyarakat, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu melakukan konsolidasi serta koordinasi secara rutin.
8. Buat sekat kanal di lahan gambut
Pada wilayah gambut, pengelolaan tata air menjadi salah satu langkah penting. Sekat kanal dapat membantu mempertahankan kelembapan lahan sehingga gambut tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau.
9. Awasi titik-titik rawan kebakaran
Pengawasan perlu difokuskan pada kawasan yang memiliki riwayat atau tingkat kerawanan karhutla tinggi. Wilayah hutan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi sejumlah kawasan yang perlu mendapat perhatian.
10. Siapkan peralatan pemadaman
Peralatan untuk memadamkan api harus tersedia di wilayah rawan. Kesiapan sarana pemadaman akan membantu petugas melakukan penanganan dengan cepat ketika kebakaran terjadi.
11. Lakukan patroli secara rutin
Patroli dan pengawasan perlu ditingkatkan selama musim kemarau. Petugas dapat melakukan pemeriksaan secara berkala di lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
12. Perkuat deteksi dini
Deteksi kebakaran sejak awal dapat dilakukan dengan mendirikan menara pengawas atau pos jaga yang dilengkapi teropong dan alat komunikasi.
Informasi mengenai kondisi cuaca dan data satelit juga perlu dimanfaatkan untuk memantau potensi munculnya titik api sehingga kebakaran dapat segera ditangani.
13. Sediakan sumber air di lokasi rawan
Ketersediaan sumber air sangat penting untuk mendukung proses pemadaman. Karena itu, tempat penampungan air perlu disiapkan di sejumlah titik yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
14. Berikan penyuluhan kepada masyarakat
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu mendapatkan edukasi mengenai bahaya karhutla. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam pencegahan kebakaran.
15. Siapkan sistem peringatan kebakaran
Sistem peringatan atau alarm perlu disiapkan untuk memberi tahu warga dan petugas ketika terjadi kebakaran. Dengan informasi yang cepat, penanganan dapat dilakukan sebelum api menyebar semakin luas.
16. Tingkatkan kesiapsiagaan
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan bersama. Masyarakat, pemerintah, aparat, perusahaan, dan pihak terkait lainnya harus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan terbakar.
Dikutip dari laman Pemko Banda Aceh, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Berikut 18 di antaranya:
1. Hindari membakar sampah sembarangan
Masyarakat sebaiknya tidak membakar sampah di lahan terbuka atau kawasan hutan, terutama ketika angin bertiup kencang. Api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
2. Jauhkan lokasi pembakaran dari bangunan dan hutan
Jika pembakaran harus dilakukan, pastikan lokasinya berada pada jarak aman dari bangunan maupun kawasan hutan. Hal ini penting untuk mengantisipasi api merambat ke area lain.
3. Jangan membuang puntung rokok sembarangan
Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api. Karena itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kering.
4. Hindari membuat api di kawasan rawan
Membuat api di area yang memiliki potensi kebakaran tinggi perlu dihindari. Kondisi angin, cuaca, dan vegetasi kering dapat membuat api cepat membesar.
5. Pastikan api benar-benar padam
Setelah melakukan pembakaran, jangan langsung meninggalkan lokasi. Pastikan api dan bara sudah benar-benar padam serta tidak ada material mudah terbakar di sekitarnya.
6. Tingkatkan kesadaran masyarakat
Kecerobohan kecil dapat memicu kebakaran besar. Karena itu, masyarakat perlu terus diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama selama musim kemarau.
7. Perkuat koordinasi antarpihak
Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, aparat, masyarakat, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu melakukan konsolidasi serta koordinasi secara rutin.
8. Buat sekat kanal di lahan gambut
Pada wilayah gambut, pengelolaan tata air menjadi salah satu langkah penting. Sekat kanal dapat membantu mempertahankan kelembapan lahan sehingga gambut tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau.
9. Awasi titik-titik rawan kebakaran
Pengawasan perlu difokuskan pada kawasan yang memiliki riwayat atau tingkat kerawanan karhutla tinggi. Wilayah hutan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi sejumlah kawasan yang perlu mendapat perhatian.
10. Siapkan peralatan pemadaman
Peralatan untuk memadamkan api harus tersedia di wilayah rawan. Kesiapan sarana pemadaman akan membantu petugas melakukan penanganan dengan cepat ketika kebakaran terjadi.
11. Lakukan patroli secara rutin
Patroli dan pengawasan perlu ditingkatkan selama musim kemarau. Petugas dapat melakukan pemeriksaan secara berkala di lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
12. Perkuat deteksi dini
Deteksi kebakaran sejak awal dapat dilakukan dengan mendirikan menara pengawas atau pos jaga yang dilengkapi teropong dan alat komunikasi.
Informasi mengenai kondisi cuaca dan data satelit juga perlu dimanfaatkan untuk memantau potensi munculnya titik api sehingga kebakaran dapat segera ditangani.
13. Sediakan sumber air di lokasi rawan
Ketersediaan sumber air sangat penting untuk mendukung proses pemadaman. Karena itu, tempat penampungan air perlu disiapkan di sejumlah titik yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
14. Berikan penyuluhan kepada masyarakat
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu mendapatkan edukasi mengenai bahaya karhutla. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam pencegahan kebakaran.
15. Siapkan sistem peringatan kebakaran
Sistem peringatan atau alarm perlu disiapkan untuk memberi tahu warga dan petugas ketika terjadi kebakaran. Dengan informasi yang cepat, penanganan dapat dilakukan sebelum api menyebar semakin luas.
16. Tingkatkan kesiapsiagaan
Aemua pihak perlu siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, khususnya ketika kondisi cuaca kering. Kesiapsiagaan menjadi penting agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secepat mungkin.
17. Segera laporkan jika menemukan kebakaran
Jika menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera memberi tahu warga sekitar dan pihak terkait. Pelaporan sejak dini dapat membantu mempercepat proses penanganan.
18. Petakan wilayah rawan karhutla
Pemetaan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran perlu dilakukan. Dengan adanya peta kerawanan, pengawasan dan sumber daya dapat difokuskan pada wilayah yang memiliki risiko paling tinggi.
Itulah 18 langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
17. Segera laporkan jika menemukan kebakaran
Jika menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera memberi tahu warga sekitar dan pihak terkait. Pelaporan sejak dini dapat membantu mempercepat proses penanganan.
18. Petakan wilayah rawan karhutla
Pemetaan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran perlu dilakukan. Dengan adanya peta kerawanan, pengawasan dan sumber daya dapat difokuskan pada wilayah yang memiliki risiko paling tinggi.
Itulah 18 langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.