Kebakaran hutan dan lahan. Foto BNBP.
EDUKASIA.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian saat periode kering memasuki Agustus 2026.
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, tidak hanya menghanguskan hutan dan lahan, tetapi juga menimbulkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat, lingkungan, hingga sektor ekonomi.
Asap yang dihasilkan karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kerusakan hutan akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta menimbulkan persoalan lintas wilayah dan negara.
Dikutip dari laman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bandung, terdapat empat aspek yang terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan. Berikut penjelasannya:
1. Dampak terhadap sosial, budaya, dan ekonomi
- Krhutla dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial, budaya, dan perekonomian masyarakat. Sejumlah dampak yang dapat terjadi antara lain:
- Terganggunya aktivitas sehari-hari. Asap akibat kebakaran hutan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.
- Menurunnya produktivitas. Aktivitas yang terganggu akibat asap dan kondisi lingkungan dapat berdampak pada produktivitas masyarakat serta menurunkan penghasilan.
- Hilangnya mata pencaharian. Masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari hasil hutan dapat kehilangan sumber penghasilan ketika kawasan hutan terbakar dan tidak lagi dapat dimanfaatkan.
- Meningkatnya hama. Kebakaran dapat memusnahkan sejumlah spesies dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Satwa yang kehilangan habitat juga dapat keluar dari kawasan hutan dan berpotensi mengganggu permukiman atau lahan masyarakat.
- Terganggunya kesehatan. Asap karhutla dapat mencemari udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, sesak napas, serta iritasi mata dan kulit.
- Tersedotnya anggaran negara. Pemerintah membutuhkan biaya besar untuk menangani kebakaran, melakukan pemadaman, merehabilitasi hutan, hingga menangani dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
- Menurunnya devisa negara. Hutan menjadi salah satu sumber devisa melalui hasil kayu, produk nonkayu, serta sektor pariwisata. Ketika hutan terbakar, potensi sumber pendapatan tersebut ikut terdampak.
2. Dampak terhadap ekologis dan kerusakan lingkungan
Selain berdampak kepada masyarakat, karhutla juga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan lingkungan. Dampaknya meliputi:- Hlangnya sejumlah spesies. Kebakaran dapat membakar vegetasi sekaligus mengancam kehidupan berbagai jenis satwa. Spesies endemik yang hanya terdapat di wilayah tertentu juga berisiko mengalami penurunan populasi hingga kepunahan.
- Erosi. Vegetasi hutan berfungsi menahan erosi. Ketika tanaman terbakar dan hilang, tanah menjadi lebih mudah terkikis oleh air hujan maupun angin.
- Alih fungsi hutan. Kawasan yang terbakar membutuhkan waktu panjang untuk kembali menjadi hutan. Dalam kondisi tertentu, kawasan tersebut dapat berubah fungsi menjadi perkebunan atau padang ilalang.
- Menurunnya kualitas air. Kerusakan hutan dapat mengganggu fungsi ekologis dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas dan ketersediaan air.
- Memicu pemanasan global. Kebakaran hutan menghasilkan asap dan emisi karbon, termasuk karbon dioksida (CO2). Pada saat yang sama, berkurangnya tutupan hutan juga menurunkan kemampuan alam dalam menyimpan karbon.
- Sedimentasi sungai. Debu dan sisa pembakaran yang terbawa erosi dapat masuk ke sungai dan mengendap. Kondisi ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai.
- Meningkatnya risiko bencana alam. Rusaknya fungsi ekologis hutan dapat meningkatkan risiko berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.
3. Dampak terhadap hubungan antarnegara
Dampak karhutla tidak selalu berhenti di wilayah yang terbakar. Asap dapat terbawa angin ke daerah lain, bahkan melintasi batas negara.Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia dalam kondisi tertentu dapat mencapai negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan lintas batas dan membutuhkan koordinasi antarnegara.
4. Dampak terhadap perhubungan dan pariwisata
Karhutla juga dapat mengganggu sektor perhubungan dan pariwisata. Asap tebal dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kelancaran perjalanan, terutama transportasi udara.Di sektor pariwisata, sejumlah objek wisata yang berada di kawasan hutan atau wilayah terdampak dapat ditutup demi keselamatan pengunjung. Gangguan terhadap akses transportasi dan kondisi udara juga dapat membuat jumlah wisatawan menurun.
Pada akhirnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada wisatawan, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Karhutla memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar kerusakan hutan dan lahan. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat, lingkungan, perekonomian, perhubungan, pariwisata, hingga hubungan antarnegara.
Nah itulah empat aspek utama yang dapat terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.