Gerbang masuk destinasi kawasan wisata religi Makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Foto Arief.
Bagi banyak orang, ziarah ke makam Presiden ke-4 RI tersebut bukan sekadar agenda perjalanan, melainkan bagian dari perjalanan spiritual yang selalu menyertai momen-momen besar NU. Untuk mengakomodasi tingginya kunjungan, Pesantren Tebuireng menyiapkan sejumlah kebijakan khusus.
Berikut lima fakta yang perlu diketahui sebelum berziarah ke makam Gus Dur selama Muktamar NU berlangsung.
1. Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam
Pondok Pesantren Tebuireng membuka akses ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selama 24 jam bagi para peziarah selama gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus mendatang.
Pembukaan akses penuh ini terutama untuk memfasilitasi para peserta, peninjau, dan tamu muktamar yang datang dari berbagai daerah di tanah air.
"Oleh karena itu, insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah," ungkap Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, Minggu 23 Agustus 2026.
2. Bentuk Penghormatan kepada Muktamirin
KH Achmad Roziqi mengatakan akses makam dibuka secara penuh selama muktamar.
Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan untuk menghormati para peserta muktamar yang hendak berziarah ke Tebuireng.
"Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh, karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng," ujarnya.
3. Muktamirin Bisa Datang Kapan Saja
Kiai Achmad Roziqi mengungkapkan Pesantren Tebuireng terpanggil untuk turut berkontribusi selama pelaksanaan Muktamar yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Dengan kebijakan ini para muktamirin dapat datang kapan saja untuk berziarah ke Makam Gus Dur.
Selain itu, para muktamirin juga dapat berziarah ke Muassis Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari.
4. Jam Ziarah Biasanya Dibatasi
Pada hari biasa Pesantren Tebuireng membatasi jam ziarah ke Makam Gus Dur atau Masyaikh Pesantren Tebuireng.
Untuk pagi, ziarah dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.
Kemudian untuk malam hari dibuka sejak pukul 20.00 WIB sampai 02.00 WIB.
5. Antisipasi Lonjakan Peziarah dan Kemacetan
Kebijakan ini juga dilatarbelakangi kemungkinan adanya gelombang besar nahdliyin yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia yang hendak berziarah ke makam Gus Dur.
Hal ini sebagaimana pengalaman saat acara 1 Abad NU di Sidoarjo, ketika peziarah yang datang ke Tebuireng mengalami peningkatan tajam.
Mengantisipasi kemacetan, para peziarah akan diarahkan masuk melalui pintu belakang. Selain itu, security akan dikerahkan selama 24 jam secara bergantian untuk menjaga kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.