KKN UIN Sunan Kalijaga Ajak Kelola Sampah dengan Budidaya Maggot

Moh. Miftahul Arief
0
Oleh: Muhamad Faris Mujahidin, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Foto ist.

Cirebon. EDUKASIA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ombah Indonesia memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot kepada masyarakat Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, di Kantor Desa Megu Cilik, Sabtu 1 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk workshop ecopreneur tersebut diikuti ibu-ibu PKK, pelajar SMK, perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta masyarakat setempat.

Melalui kegiatan itu, peserta dikenalkan dengan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik. Hasil budidayanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan residunya bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Kepala Desa Megu Cilik, Drs. H. Muttakin Billah, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga bersama Ombah Indonesia.

Menurutnya, pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat desa.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ombah Indonesia,” ujarnya.

Ia menuturkan, pengelolaan sampah masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian di Desa Megu Cilik.

“Kegiatan ini cukup relevan di desa ini karena salah satu permasalahan yang ada di Desa Megu Cilik yaitu terkait pengelolaan sampah,” lanjutnya.

Melalui pelatihan budidaya maggot, masyarakat diharapkan memperoleh alternatif untuk mengurangi sampah organik yang masuk ke tempat penampungan sementara.

Workshop menghadirkan Founder Ombah Indonesia, Muhammad Ibnu Rizki, sebagai narasumber.

Ia menjelaskan, larva BSF mampu mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

“Sampah organik sebenarnya bukan sampah yang harus dibuang,” kata Ibnu.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak dan pupuk melalui budidaya maggot.

“Kalau dikelola dengan budidaya maggot, sampah itu bisa berubah menjadi pakan ternak dan pupuk yang bermanfaat,” jelasnya.

Pengelolaan tersebut, lanjut Ibnu, tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi.

“Jadi, lingkungan lebih bersih dan masyarakat juga bisa mendapat nilai ekonomi,” paparnya.

Dalam workshop itu, peserta mendapat penjelasan mengenai siklus hidup Black Soldier Fly, penyiapan media pakan, proses pemeliharaan, serta pemanfaatan hasil budidaya.

Peserta juga berdiskusi mengenai cara memulai budidaya maggot dan peluang pengembangannya sebagai kegiatan usaha.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja bidang ekoteologi KKN 120 UIN Sunan Kalijaga di Desa Megu Cilik.

Program tidak hanya dirancang dalam bentuk pelatihan satu kali. Ombah Indonesia juga akan memberikan pendampingan agar budidaya maggot dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat semakin memahami pengelolaan sampah organik sekaligus mampu melihat potensi ekonominya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top