Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES membekali warga Podorejo dengan keterampilan sablon, ecoprint, senam demensia, dan penguatan ketahanan keluarga.
Semarang. EDUKASIA.ID – Warga usia produktif dan lanjut usia di Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, mendapat pembekalan keterampilan sablon, ecoprint, senam demensia, serta penguatan ketahanan keluarga.
Kegiatan yang digelar Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) itu berlangsung di Balai RT 6 RW 12 Kelurahan Podorejo, Minggu 2 Agustus 2026.
Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari program Ngrembaka Aksara tersebut. Peserta terdiri atas masyarakat usia produktif dan lansia.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Farid Fikri Khoirul Rasyid, mengatakan program itu tidak hanya diarahkan sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana membekali warga dengan keterampilan praktis.
“Melalui Pojok Literasi Ngrembaka Aksara, kami tidak hanya menghadirkan kegiatan pembelajaran, tetapi juga membangun life skills, edupreneur skills, dan literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Farid.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh warga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kelurahan Podorejo sebagai Kelurahan Cerdas Berkelanjutan,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga usia produktif mengikuti pelatihan sablon baju dengan teknik manual. Peserta dikenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan, kemudian mempraktikkan proses penyablonan pada media kain.
Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung atau learning by doing. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif berbasis rumahan.
Sementara itu, peserta lansia mengikuti praktik pembuatan ecoprint pada taplak meja. Daun dan sejumlah bahan alami digunakan sebagai pewarna untuk menghasilkan motif pada kain.
Pelatihan ecoprint tidak hanya ditujukan untuk melatih kreativitas dan ketelitian. Kegiatan itu juga menjadi sarana melatih motorik halus lansia sekaligus mengenalkan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Sebelum mengikuti praktik ecoprint, para lansia diajak melakukan senam demensia atau senam otak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik dan fungsi kognitif agar lansia tetap aktif serta produktif.
Pelaksanaan kegiatan bagi warga usia produktif dan lansia secara bersamaan juga membuka ruang interaksi lintas generasi. Peserta saling mendukung dan menyemangati selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selain pelatihan keterampilan, peserta mendapat materi penguatan ketahanan keluarga dari narasumber Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.
Materi tersebut menekankan pentingnya komunikasi yang sehat di dalam keluarga, pembagian peran yang seimbang, serta upaya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera.
Ketua RW 12 Kelurahan Podorejo, Umi, mengapresiasi pelaksanaan program PPK Ormawa SGL PGSD UNNES di wilayahnya.
Menurutnya, manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai anak-anak, warga usia produktif, hingga lansia.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan PPK Ormawa SGL PGSD UNNES karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Umi.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program-program yang dilaksanakan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan yang bermanfaat bagi anak-anak, masyarakat usia produktif, maupun lansia,” katanya.
Umi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai mampu mendorong masyarakat menjadi lebih kreatif, produktif, dan mandiri.
Program Ngrembaka Aksara dikembangkan melalui empat pojok literasi. Pojok Literasi Tunas Ngrembaka menyasar anak-anak, sedangkan Pojok Literasi Karya Ngrembaka ditujukan bagi remaja.
Adapun Pojok Literasi Cakra Ngrembaka menyasar masyarakat usia produktif, sementara Pojok Literasi Kersa Ngrembaka diperuntukkan bagi lansia.
Melalui pembagian tersebut, Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES berupaya menghadirkan pemberdayaan berbasis literasi dan keterampilan yang menjangkau berbagai kelompok usia di Kelurahan Podorejo.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.