Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir. Foto NU Online.
Jombang, EDUKASIA.ID - NU Online Institute meluncurkan program Beasiswa Ma'had Aly bagi mahasantri. Sebanyak 50 penerima akan mendapat beasiswa selama dua semester.
Program tersebut diluncurkan di sela Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Mushala Ahmad Yunus, Jombang, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2026.
Beasiswa ini diperkenalkan dalam talkshow bertema "Membangun Sumber Daya Unggul: Pendidikan, Vokasi, dan Kaderisasi NU untuk Mencetak SDM Pesantren yang Berdaya Saing". Kegiatan tersebut digelar NU Online Institute bersama Lakpesdam PBNU dan BAZNAS RI.
Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir mengatakan program beasiswa ini merupakan bagian dari pengembangan NU Online untuk mendorong masyarakat terlibat lebih aktif, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia pesantren.
Menurut Ahmad, NU Online tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton atau penerima informasi. Pengembangan tersebut juga dilakukan melalui NU Online Super App dan NU Online Institute.
Dalam satu hingga dua tahun terakhir, NU Online telah mengembangkan sejumlah program, mulai dari donasi masyarakat hingga pengiriman dai ke daerah 3T.
Kini, perhatian diarahkan pada penguatan kapasitas mahasantri Ma'had Aly. Ahmad menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pesantren yang memiliki Ma'had Aly sejak Juli lalu.
"Juli lalu kita telah berkoordinasi dengan pesantren yang memiliki ma'had aly misalnya di Jawa Timur, di Lirboyo," ungkapnya.
Ahmad menjelaskan Ma'had Aly secara legalitas sudah memiliki dasar yang jelas. Dari sisi keilmuan pun dinilai telah matang. Namun, kemampuan menerapkan ilmu tersebut di lapangan masih membutuhkan pendampingan.
Atas dasar itu, NU Online Institute membuka beasiswa dengan salah satu persyaratan berupa kemampuan menulis di bidang keislaman.
"NU Online menyediakan 50 beasiswa untuk 2 semester bagi mahasantri. Mudah-mudahan kuota ini ke depan bisa ditambah lagi," ucapnya
Tak berhenti pada pemberian beasiswa, penerima nantinya juga akan mendapat pendampingan untuk mengembangkan kapasitas sebagai intelektual.
NU Online Institute juga menyiapkan fasilitasi belajar bahasa asing di Pare, Kediri bagi mahasantri yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Selain itu, mahasantri akan mendapat kesempatan mengikuti program magang vokasi. Program tersebut disiapkan agar mereka tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Pada momentum Muktamar ke-35 NU ini, NU Online Institute turut meluncurkan layanan psikotes. Layanan tersebut diberikan secara gratis selama momentum Muktamar.
"NU Online Institute di Muktamar ini juga meluncurkan layanan psikotes. Karena momen Muktamar, kita gratiskan. Setelah itu, berbayar namun tidak mahal, agar pesantren dan sekolah NU bisa memanfaatkannya," tandasnya.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.