Komisi X Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemendikdasmen Rp157,76 Triliun

Arifah
0


Rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Selasa,1 September 2026. Foto Kemendikdasmen.

Jakarta, EDUKASIA.ID - Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp157,76 triliun untuk Tahun Anggaran (TA) 2027.

Usulan tersebut akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut di Badan Anggaran DPR RI.

Persetujuan itu disampaikan dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Selasa,1 September 2026.

“Kemendikdasmen secara resmi mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp157,76 triliun, untuk dukungan berbagai program prioritas nasional dan kementerian,” ujar Abdul Mu’ti dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Pagu Anggaran Kemendikdasmen 2027 sebesar Rp61,10 triliun. Angka itu naik Rp2,86 triliun dibandingkan Pagu Indikatif sebesar Rp58,24 triliun.

Namun, Mu’ti menilai tambahan anggaran pada tahap tersebut belum cukup untuk menjalankan seluruh program prioritas.

“Penambahan ini masih jauh dari yang kami usulkan dan belum secara optimal dapat mendukung pelaksanaan program prioritas yang tepat sasaran demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Mendikdasmen.

Pagu Rp61,10 triliun tersebut telah ditetapkan melalui Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Selanjutnya, Badan Anggaran akan membahas pagu yang telah ditetapkan sekaligus usulan tambahan Rp157,76 triliun untuk memperoleh kesepakatan DPR RI.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut.

“Kami Fraksi Partai Golongan Karya menyatakan setuju atas pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 dan usulan tambahan anggarannya dengan berharap kualitas layanan pendidikan kita semakin meningkat di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari Fraksi PAN. Anggota Komisi X DPR RI Hoerudin Amin menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan Mendikdasmen karena dinilai terus memperjuangkan kepentingan guru di Indonesia.

“Kami Fraksi PAN menyampaikan persetujuan terhadap pagu dan usulan tambahan anggarannya, semoga terealisasi dan menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Jika disetujui, tambahan anggaran tersebut akan diarahkan ke sejumlah program. Porsi terbesar diberikan untuk Program Wajib Belajar 13 Tahun senilai Rp115,25 triliun.

Kemendikdasmen juga mengusulkan Rp35,81 triliun untuk Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran. Kemudian Rp3,69 triliun untuk Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Dua program lainnya yakni Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan sebesar Rp235,73 miliar serta Dukungan Manajemen sebesar Rp2,77 triliun.

Mu’ti mengatakan tambahan anggaran juga dibutuhkan untuk memperluas revitalisasi satuan pendidikan. Targetnya mencapai 100 ribu satuan pendidikan sesuai arahan Presiden.

“Perluasan sasaran revitalisasi satuan pendidikan sebanyak 100 ribu satdik sesuai arahan Bapak Presiden, peningkatan satuan biaya PIP jenjang SD dan SMP, serta bantuan beasiswa dan pembiayaan pendidikan bagi murid,” jelasnya.

Kemendikdasmen turut menyiapkan dukungan untuk meningkatkan kompetensi guru. Salah satunya melalui keberlanjutan bantuan biaya pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1/D4.

“Perluasan sasaran dan keberlanjutan program bantuan biaya pendidikan bagi guru untuk peningkatan kompetensi ke jenjang S1/D4,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top