Muhammadiyah Rencanakan Bangun SD di Mesir

Arifah
0


Pertemuan bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo. Foto Muhammadiyah.

KAIRO, EDUKASIA.ID - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mulai menjajaki rencana pendirian Smekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Mesir.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo.

Pertemuan itu dihadiri jajaran PP Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir, serta Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah (PCIA) Mesir. Koordinator Pensosbud dan Atikbud KBRI Kairo juga turut hadir dalam agenda tersebut.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan itu adalah hasil kajian awal mengenai peluang pendirian SD Muhammadiyah di Mesir. Tim riset sebelumnya telah mempelajari sistem pendidikan di sejumlah sekolah di Kairo serta sekolah Muhammadiyah di luar negeri.

Dua lembaga yang menjadi bahan perbandingan ialah Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia dan Sekolah Bina Mulia (SBM) di Malaysia.

Berdasarkan kajian awal, model sekolah Muhammadiyah di Malaysia dinilai memiliki sejumlah kesamaan dengan kondisi Mesir, terutama terkait dukungan pemerintah. Adapun sekolah Muhammadiyah di Australia memiliki karakteristik berbeda karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menyambut positif rencana tersebut. Ia bersama jajaran PP Muhammadiyah mendorong agar hasil kajian segera ditindaklanjuti ke tahap berikutnya.

Agung juga meminta penyusunan proposal tidak perlu menunggu pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah.

“Segera kajian tersebut harus ditindaklanjuti. Kami berharap proposal akan segera disusun dan dikirim kepada PP Muhammadiyah tanpa harus menunggu momentum Muktamar,” ungkap Agung dalam keterangan rilis yang diterima redaksi pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, turut menyambut baik rencana pendirian SD Muhammadiyah tersebut. Namun, ia mengingatkan pentingnya kajian yang lebih mendalam sebelum proyek pendidikan itu direalisasikan.

Menurut Kuncoro, pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola sekolah di Malaysia dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk memetakan tantangan yang mungkin muncul di Mesir.

“Maka salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah pembelajaran dari model sekolah Muhammadiyah di Malaysia, sehingga berbagai kemungkinan risiko, baik dari aspek regulasi, pengelolaan, maupun pembiayaan, dapat dipetakan sebelum sekolah didirikan,” ujar Kuncoro.

Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan pendirian sekolah, termasuk aspek perizinan, tata kelola, dan kebutuhan pendanaan.

Tim SD Muhammadiyah juga berencana membawa hasil kajian itu ke Indonesia untuk dibahas lebih lanjut bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

Pendirian SD Muhammadiyah di Mesir tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan Muhammadiyah di luar negeri. Kehadiran sekolah dasar tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang sudah ada di negara itu.

Salah satu lembaga yang menjadi perhatian ialah Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) di Kairo.

Selama ini, TK ABA masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kondisi keuangan dan biaya operasional. Kehadiran SD Muhammadiyah diharapkan dapat mendukung keberlanjutan lembaga pendidikan tersebut sekaligus memperkuat layanan pendidikan Muhammadiyah di Mesir.

Usai menggelar pertemuan di KBRI Kairo, rombongan PP Muhammadiyah melanjutkan agenda dengan mengunjungi TK ABA di Kairo.

Dalam kunjungan itu, rombongan bersilaturahmi dengan para guru dan berinteraksi dengan anak-anak dalam suasana hangat dan akrab.

Setelah mengunjungi TK ABA, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah Kegubernuran Luxor.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top