Dirjen Pendis Beberkan 5 Arah Baru PTKI, Ada Double Degree dan Fast Track

Arifah
0
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno. Foto Kemenag.

EDUKASIA.ID - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyiapkan langkah baru untuk mentransformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Ada lima arah kebijakan yang disiapkan agar kampus-kampus Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus tetap menjaga karakter keislaman.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, kebijakan tersebut dirancang sebagai peta jalan pengembangan PTKI ke depan.

“Kita tidak ingin PTKI jalan di tempat. Lima kebijakan ini adalah peta jalan (roadmap) untuk membawa kampus-kampus kita naik kelas, baik dari sisi penguatan karakter maupun integrasi keilmuan,” ujar Suyitno saat Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Forum Wartawan Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Suyitno, transformasi ini bertujuan agar lulusan PTKI tidak hanya memiliki kekuatan spiritual, tetapi juga mampu bersaing secara global dan relevan dengan kebutuhan industri.

Salah satu kebijakan yang didorong adalah penguatan konsep ma’hadisasi di lingkungan kampus. Program ini tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan asrama bagi mahasiswa.

“Ma’had al-Jamiah bukan kos-kosan mahasiswa. Ini adalah pusat pembentukan karakter yang harus dimiliki setiap PTKI agar ruh pesantren tetap terjaga di lingkungan akademis,” tegasnya.

Dalam konsep baru tersebut, Ma’had al-Jamiah diharapkan dikelola seperti pesantren dengan sistem pembinaan karakter yang terstruktur dan kurikulum kepesantrenan yang jelas.

Selain itu, Kemenag juga mendorong penerapan program Double Degree bagi mahasiswa strata satu. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan universitas mitra, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Mahasiswa akan lulus dengan dua gelar: satu berbasis keislaman dan satu berbasis keilmuan umum,” sebutnya.

Program lain yang disiapkan adalah Fast Track atau akselerasi pendidikan dari jenjang S1 ke S2. Lewat skema ini, mahasiswa berprestasi dapat menempuh dua jenjang pendidikan hanya dalam waktu lima tahun.

Menariknya, mahasiswa yang mengikuti program ini tidak perlu menyusun skripsi terpisah karena tugas akhir S1 akan diintegrasikan menjadi dasar penulisan tesis magister.

Kebijakan berikutnya adalah pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Langkah ini ditempuh untuk memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan di berbagai daerah.

Namun, Suyitno menegaskan pembukaan PSDKU tidak bisa dilakukan sembarangan. Kampus harus memiliki gedung sendiri, dan program studi yang dibuka wajib memiliki akreditasi Unggul atau A.

Terakhir, Kemenag melakukan reformulasi pengembangan program studi di lingkungan PTKI. Langkah ini dilakukan agar program studi lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Reformulasi tersebut membagi pengembangan prodi ke dalam tiga pilar utama, yaitu prodi berbasis akademik yang fokus pada pengembangan teori dan riset, prodi berbasis profesi yang menyiapkan tenaga ahli bersertifikasi, serta prodi berbasis vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan praktis siap kerja.

"Reformulasi ini memastikan bahwa prodi-prodi di PTKI tidak lagi usang, melainkan menjadi jawaban atas kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sains," pungkas Suyitno.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top