Pemprov Jateng Mulai Siapkan MTQ Nasional 2026, Libatkan 15 Venue Lomba

Arifah
0
Asisten I Sekda Jawa Tengah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar. Foto Pemrov Jateng.

Semarang. EDUKASIA.ID - Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI tahun 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan ajang keagamaan berskala nasional tersebut.

MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung pada 11–21 September 2026 dan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, hingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dan instansi terkait.

Asisten I Sekda Jawa Tengah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar mengatakan, pelaksanaan lomba akan tersebar di sejumlah lokasi di Kota Semarang.

“Secara keseluruhan terdapat sekitar 15 venue yang akan digunakan untuk berbagai cabang lomba,” ujarnya.

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Baiturrahman, Universitas Diponegoro, UIN Walisongo, hingga BPSDMD Jawa Tengah.

Adapun Lapangan Simpang Lima Semarang direncanakan menjadi lokasi utama pembukaan dan penutupan MTQ Nasional. Tempat tersebut juga akan digunakan untuk lomba cabang seni baca Al-Qur'an golongan dewasa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah MTQ Nasional harus dimanfaatkan dengan persiapan yang maksimal dan koordinasi lintas sektor yang kuat.

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan tidak hanya dilihat dari kelancaran acara, tetapi juga dari kesan yang dirasakan para tamu dan peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Menjadi tuan rumah tidak hanya sekedar menyelenggarakan acara, tetapi bagaimana kita memuliakan tamu yang datang. Pelayanan yang ramah, nyaman, dan berkesan, harus menjadi perhatian bersama,” kata Sumarno dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan MTQ Nasional di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menambahkan, momentum MTQ Nasional juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari pariwisata hingga produk UMKM Jawa Tengah kepada para tamu yang datang.

“Kita punya tujuan yang lebih luas lagi dari kegiatan ini, yakni agar orang berbondong-bondong ke Jawa Tengah. Ini momentumnya karena peserta dari seluruh Indonesia,” jelas sekda.

Sumarno juga mengingatkan agar berbagai aspek teknis di setiap lokasi lomba diperhatikan secara serius. Hal-hal sederhana seperti kebersihan, kerapian, ketersediaan toilet, hingga pengelolaan sampah harus dipastikan berjalan baik.

Menurutnya, hal-hal tersebut sering kali menjadi sumber keluhan jika tidak ditangani dengan optimal.

Di sisi lain, kesiapan akomodasi bagi peserta juga menjadi perhatian. Berdasarkan pendataan sementara, Kota Semarang memiliki sekitar 8.142 kamar hotel yang dinilai cukup untuk menampung sekitar 6.000 peserta dan tamu yang diperkirakan hadir selama penyelenggaraan MTQ Nasional.

PRPP Semarang akan difungsikan sebagai lokasi registrasi ulang peserta. Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan akses kedatangan kafilah dari berbagai daerah, yang sebagian besar melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani.

Setiap kafilah nantinya akan didampingi liaison officer (LO) dari perangkat daerah guna memastikan pelayanan terhadap peserta berjalan lancar.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional juga akan diisi sejumlah agenda pendukung. Salah satunya pawai ta'aruf yang akan melibatkan 38 provinsi serta 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Rute pawai direncanakan dimulai dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Selain itu, malam ta'aruf dan gala dinner juga akan digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah sebagai bentuk penyambutan bagi para tamu dan peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab mengatakan, berbagai persiapan juga terus dilakukan, termasuk penetapan logo resmi MTQ Nasional yang telah melalui proses seleksi.

Logo tersebut nantinya akan menjadi ikon penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah.

Tak hanya sukses sebagai tuan rumah, Jawa Tengah juga menargetkan prestasi dalam ajang tersebut. LPTQ Jawa Tengah telah melakukan berbagai tahapan seleksi, mulai dari penjaringan peserta hingga seleksi terbatas calon kafilah yang melibatkan dewan juri tingkat nasional.

Para peserta yang terpilih selanjutnya akan mengikuti training center atau karantina selama satu bulan untuk mematangkan kemampuan sebelum bertanding.

Dalam MTQ Nasional XXXI nanti akan dipertandingkan 11 cabang lomba dengan 24 golongan, yang memperebutkan total 48 medali emas.

“Melalui berbagai persiapan ini, Jawa Tengah berharap dapat meraih prestasi terbaik, bahkan berkompetisi untuk menjadi juara umum pada MTQ Nasional 2026,” kata Saiful Mujab.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyusun buku pedoman pelaksanaan MTQ Nasional. Buku tersebut akan memuat berbagai informasi penting, mulai dari lokasi lomba, profil kafilah, hingga potensi unggulan daerah seperti pariwisata dan kuliner.

Upaya publikasi kepada masyarakat juga akan diperkuat agar penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah berlangsung meriah dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top