Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur. Foto Kemenag.
Jakarta, EDUKASIA.ID - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) kembali membuka Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026. Pendaftaran beasiswa ini berlangsung hingga 7 September 2026.
Program yang memanfaatkan dana zakat tersebut ditujukan bagi lulusan pendidikan menengah dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan kuliah jenjang Strata Satu (S1).
BeZakat dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang menjadi mitra program.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama. Calon peserta wajib mengisi data serta mengunggah dokumen yang menjadi persyaratan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan program ini merupakan salah satu upaya memanfaatkan zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
“Zakat tidak hanya dapat menjawab kebutuhan mustahik hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan, zakat dapat membantu melahirkan generasi yang memiliki ilmu, kompetensi, kemandirian, dan kemampuan untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Waryono, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang memiliki manfaat jangka panjang. Beasiswa tidak hanya membantu penerima melanjutkan pendidikan, tetapi diharapkan turut memberikan dampak bagi keluarga dan masyarakat.
“Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan tinggi. Di sinilah zakat hadir bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berkualitas,” kata Waryono.
BeZakat pertama kali digulirkan pada 2025 dan kembali dilaksanakan pada 2026. Tahun ini, program tersebut memprioritaskan mustahik dari asnaf fakir dan miskin serta mustahik berprestasi dari asnaf fi sabilillah.
Kriteria penerima tidak hanya melihat prestasi akademik. Calon peserta yang aktif dalam organisasi, dakwah keagamaan, maupun kegiatan sosial juga menjadi perhatian dalam program ini.
Bidang studi yang dapat dipilih meliputi sains dan teknik, kesehatan, pertanian, ekonomi, hukum dan sosial, serta zakat dan wakaf. Program studi yang dituju diarahkan memiliki akreditasi A atau Unggul.
“Harapannya, penerima BeZakat bukan hanya mendapatkan kesempatan kuliah. Mereka juga tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengubah kesempatan yang mereka terima menjadi manfaat bagi orang lain,” katanya.
Pendaftaran BeZakat 2026 telah dibuka sejak 24 Agustus dan akan berakhir pada 7 September 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi. Prosesnya mencakup seleksi administrasi, wawancara potensi diri, ruhiah dan akademik, serta wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali.
Verifikasi faktual juga dapat dilakukan apabila diperlukan.
Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 8-15 September 2026. Selanjutnya, tahapan wawancara dan seleksi berikutnya berjalan hingga pengumuman kelulusan pada 18 November 2026.
Calon penerima yang dinyatakan lolos kemudian dijadwalkan mengikuti orientasi pada Desember 2026.
Melalui program ini, Kemenag dan LAZ mendorong agar dana zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek. BeZakat diarahkan menjadi sarana membuka akses pendidikan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan bangsa. Informasikan lebih lanjut, klik di sini.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.